- Strugle Place of “Gunung Tugel” Purwokerto
- Perjalanan yg cukup melelahkan dari Adipura Cycling Club (ACC) alias team sepeda MTB dari perumahan Purwosari Indah (Adipura VI & VII) Baturraden akhirnya nyampai juga di Gunung Tugel. Lokasi ini berada disebelah selatan kota purwokerto yg berjarak sekitar 4 km dari pusat kota, this is a beautiful place and very interesting for some people who want to improve an ability for riding of bicycle especially for handling, jumping, climbing, mountainering, powering, rolling, molding ….. and so on. If all of you interest in bicycle sport, I am recomend that this location to be the first visited due to the distination area is suitable for bicycle sport of MTB in Purwokerto city. OK see next time in other news.

- gunung tugel

- service sepeda mandiri

- gerilyawan palestina
Gambar di atas ini adalah wajah-wajah lelah yang penuh kegembiraan setelah sukses mencapai Bukit Gunung Tugel (Kendalisada off road), gambar paling kiri Mr. Arief Sugio, beliau adalah pengayuh sepeda handal dengan spesialis beban berat (karena malas merubah gear transmisi) kondisi ini in line dengan pekerjaan sehari-hari mereka sbg. instruktur Out Bond yang tidak jarang harus menggendong perbekalan dan para peserta yg pingsan saat pelatihan naik-turun gunung; Kedua dari kiri Mr. Siswantoro punya profesi sbg Dosen Teknik Pertanian UNSOED tapi akhir-akhir ini suka nimbrung ikutan di team MTB Adipura, hitung-hitung olah raga sambil refresshing. hoby ini mereka nikmati karena waktu lulus SMA di Nganjuk dan menjadi mahasiswa di IPB Bogor termasuk orang yg suka berpetualang dan ikut unit kegiatan LAWALATA (kelompok pecinta alam IPB), awal cita-citanya masuk ke AKABRI tapi apa mau dikata, badan terlalu pendek untuk ukuran seorang militer, yaa seperti sekarang inilah realita yg harus disukuri dan dinikmati. Awal ceritanya dia tidak percaya bahwa naik sepeda dapat dilakukan tanpa harus turun bila ingin pergi mengayuh sepeda sampai ke Lokasi Wisata Baturraden, setelah coba-coba dan info yg diperoleh dari sana sini khususnya dari mantan pembalap Mr Arief Hoho ternyata naik sepeda ke Baturraden lama-lama tanjakannya hilang semua dan yg ada hanya jalan merurun saja. Ketiga dari kiri Mr Arief Hoho dia adalah mantan pembalap kab Banyumas tahun 80-an, dia ini sebagai salah satu expert di Adipura Cycling Club, pokoknya kalau pingin tahu tentang teknik bersepeda yang efisien energi, ukuran sepeda yang optimal untuk ukuran postur kita, serta bagaimana hunting spare part tanyakan dia, meskipun dulu profesinya sebagai seorang Arsitek dari Universitas terkenal di ibu kota ( TRISAKTI). Dia juga agak-agak punya indera yg lebih dibanding orang kebanyakan karena sering-sering melihat dan merasakan sesuatu yg orang lain tidak mengetahui dan merasakannya, sehingga dalam team sepeda ini sering dimanfaatkan sbg penyapu dan pendeteksi dari ranjau-ranjau abstrak, dan masih banyak lagi pengalamannya termasuk makan ayam bakar lempung yg menurutnya rasanya UUUUENaak Tenaaaan!. Keempat dari kiri adalah Mr. Andianto dia adalah mantan pembalap sepeda tahun 70-an, lho kok banyak sekali mantan pembalapnya di club sepeda Adipura, ya memang seperti itu realitanay makanya jangan main-main sama ACC yamg isinya mantan pembalap2 tapi itu dulu. dia ini profesinya sebagai automotive expert in YAMI workshop, sebagai seorang pengayuh sepeda yang handal semua tanjakan dianggap kecil (Windu jaya, Cipendok, Sirayu, apalagi cuma Baturaden) bahkan bukit-bukit yang lainpun sudah pernah dia lewati, kalau tidak percaya tanyakan saja sendiri. bahkan diusianya yang sudah hampir berkepala enam masih ikut kompetisi balap sepeda yg baru-baru ini dilakukan di kab Cilacap dan hasil yg didapat adalah juara putaran pertama yang melampauhi hampir setengah putaran dari peserta yg lain, tapi apa mau dikata lomba berlangsung 12 kali putaran jadi dengan sangat terpaksa harus wasit menghentikannya untuk keluar jalur. satu lagi sebagai efek pekerjaan sehari-hari di bengkel mobil, dia sering punya ide-ide inovatif ini terbukti dengan sering memodifikasi sepeda mereka termasuk sepeda para tetangga asal rela untuk uji coba, ini terbukti sampai sekarang hasil modifikasi sepeda terakhirnya yg masih belum selesai dan masih nongkrong di rumah rencana akan di lounching pada awal th 2009. Kelima dari kiri Mr Abror dia seorang Lawyer tapi sekarang pekerjaan itu telah ditinggalkan dan dia lebih senang menekuni pekerjaan whatever marketing. Profesinya bersepeda sangat luar biasa dan selalu leading khususnya pada medan2 turunan, sebenarnya tanjakanpun tidak masalah tapi sayang setiap ada tanjakan penyakit maagnya selalu kambuh, hobi mereka yg lain adalah memancing dan setahu saya hobi mereka sangat didukung oleh istri beliau karena terbukti pada saat ada lomba mencing tingkat RT (Adipura VI &VII) kalau tidak salah lihat sempat dibawakan nasi bungkus dan bantal-guling oleh istrinya, Katanya “Pak ….. jangan pulang dulu dan kalau perlu tdk usah pulang kalau tidak dapat juara”, wah hebat betul toh……, seloroh kawan yg lain. Gambar paling kanan adalah Mr Barlian, yg terakhir ini sudah tidak perlu ditanya-tanya lagi pokoknya kalau urusan bersepeda saat ini jagonya di Adipura mau tanjakan, datar, atau turunan semuanya OK, dari rekord di speedometer yg terpasang disepedanya dia pernah melampauhi kec 80 km/jam saat melewati turunan kebumen (karang tengah-baturaden) kondisi ini tidak mungkin berani dilakukan oleh sembarang orang. Keberanian, ketangguhan dan kehebatannya ini tidak terlepas dari mereka yang dulunya telah menyelesaikan studinya di bidang OR dari UNES (dulu IKIP Semarang). Keahlian yg lain adalah service dan bongkar pasang sepeda, bahkan karena suka otak atik sepeda maka mereka selalu tidak puas dengan sepeda yang itu-itu saja, dalam 1 tahun mereka bisa ganti sepeda sampai 5 kali, bila anda punya masalah dengan penyetelan sepeda silahkan hubungi dia orangnya wellcome selalu periang dan kelihatan tidak pernah mengeluh. ok daaaaaa….!
- Ada pendatang baru yg muncul nih ….., pada gambar diatas, no 3 dari kiri adalah Mr. Adi Putranto yg sekarang lebih dikenal dng pak RT, dulu waktu baru lulus SMA pernah mengenyam pendidikan di AKABRI, tapi setelah dijalaninya selama sekitar 6 bulan ternyata sekolah di AKABRI dirasakan kurang menantang, sehingga mereka pindah ke UPN-Veteran Yogyakarta jurusan Ekonomi, setelah menyelesaikan studi bekerja sebagai manager pemasaran di MORO supermarket purwokerto, sebagai penyaluran bakat dia bergabung dng kita2 di ACC, karena posturnya yg ideal bak seorang atlit dia selalu dan selalu number one ketika bersepeda bersama rombongan kita, terutama saat jalan menurun terlebih lagi kalau dia tahu didepan ada Warung sudah tanpa tengok kanan kiri tancap terus. merasa bersepeda di team ACC bukan levelnya ( semua pada tlembo2) dia coba aktif di olah raga footsal yg saat ini lagi in, eeeeeh lagi-lagi kaki terkilir dng alasan itulah sdh 5 bln sepedahan tdk footsal juga tdk, nggak tahu toh olah raganya apa sekarang, kali ada OR yg dirahasiakan apaaaan toh? senam aerobik ya atau yg lain. Foto disebelahnya yg memakai kaos merah adalah Mr. Supriyanto, termasuk pesepeda yg ulet, tangguh, suka gonta ganti sepeda termasuk spare partnya, sampai-sampai banyak spare part yg disimpan lupa dimana tempatnya, jadi bagi mereka2 yg kekurangan spare part sepeda silahkan ijin ke pak supri untuk cari dibawah2 kolong rumahnya pasti dapat banyak dan kualitas lumayan bagus. Profesi mereka adalah keluar masuk lahan persawahan jadi jangan coba-coba cari dia bila lagi musim tanam, bapak yg terakhir ini kebalikan dari bapak yg sebelumnya kalau lagi bersepeda Mr. Adi putranto senang pada medan turunan sedang Mr Supriyanto agak takut medan turunan. Saran saya lebih baik beli sepeda tandem saja untuk dipakai berdua nanti bisa gantian yg setir di depan, apa gitu ganti ……?
Firasat Mr. Abror ternyata betul, daerah ini wingit lho naik sepeda hati2, perjalanan selanjutnya jadi kenyataan ban sepeda Mr Abror bocor dan rantai putus, untung ada tukang servis gratisan. Sudah sepeda dibetulin, gratis lagi kok nggak mau mbantuin malah jadi mandor, mumpung lagi bisa ngerjain tukang servis nih kalau tdk sekarang kapan lagi…….!
pada gambar di atas Foto no 2 dari kiri pakai kaos hitam Mr Lestanto (mas Tanto), nampaknya lebih cocok jadi komandan gerilyawan dari pada ikut ngayuh sepeda. Sering2 kalau ikut sepedahan kaki kram, tapi tdk apa-apa maju pantang mundur jangan kapok berlatih dan berlatih mudah2 an istri tdk marah ya mas, ibarat anak yg belajar jalan mau tambah pintar pasti mereka merasakan terjatuh dulu, kalau jatuh dari sepeda artinya ilmu naik sepeda akan tambah meningkat bila dicoba dan dicoba lagi, saya juga berkali-kali merasakan itu. bapak yg satu ini termasuk pesepeda yg mempunyai endurance cukup bagus tinggal atur kesetimbangan khususnya saat handling dijalan turunan.
Tidak usah khawatir mas sepedanya sekarang tambah bagus dan gigi transmisi belakang sudah diganti 8 speed oleh rekan kita yg tadi diatas sdh saya katakan sbg ahlinya ” spare part hunting”.





saya doakan semoga keinginan pak jamil jadi anggota Legislatif pada perioda mendatang diridhoi Allah swt. dan setelah jadi anggota dewan nantinya jangan spt kebanyakan anggota dewan yg saat ini (hanya memikirkan diri dan kelompoknya sendiri) lupa pada niat semula, yaitu jadi anggota dewan adalah amanah yg hrs dipertanggung jawabkan tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Salam kembali semoga pak Jamil terkabul cita2nya, ok good luck.
Oleh: sis07w on Januari 1, 2009
at 1:20 am