MODIFIKASI ALAT PENGERING MODEL KABINET
DENGAN MENGGUNAKAN ALIRAN UDARA PAKSA
DAN PERLUASAN UNIT PENUKAR PANAS
Oleh :
Siswntoro *)
ABSTRAK
Introduksi teknologi sepadan melalui pemanfaatan alat pengering dapat menumbuh kembangkan kegiatan agroindustri di sentra-sentra produksi pertanian. Namun disisi lain, penggunaan alat pengering pada umumnya masih mempunyai efisiensi yang rendah, untuk itu perlu dilakukan pengembangan alat melalui modifikasi.
Tujuan dari penelitian dibagi menjadi dua bagian, pertama tujuan umum dan kedua tujuan khusus. Tujuan umum adalah untuk meningkatkan efisiensi pengeringan melalui pengembangan alat pengering model kabinet. Pengembangan yang dilakukan meliputi modifikasi unit penukar panas (heat exchanger) dan penambahan “blower” sebagai unit aliran udara kering. Tujuan khusus adalah: (1) untuk menganalisis unjuk kerja alat pengering kabinet, (2) untuk mengetahui kualitas produk pertanian yang dikeringkan, (3) untuk menganalisis prospek pengembangan untuk mendukung industri pertanian.
Metoda yang dipakai adalah eksperimen laboratorium dengan cara merancang dan memodifikasi alat pengering, uji coba alat untuk produk pertanian, dan analisis ekonomi menggunakan metoda titik impas. Sumber energi panas yang digunakan pada penelitian ini adalah minyak tanah, dan biomassa (serbuk gergaji).
Hasil penelitian, pada alat pengering yang sudah dimodifikasi adalah:
1. Efisiensi panas yang ditransfer ke dalam ruang pengering meningkat dari 15,5% menjadi 55,8 %.
2. Efisiensi panas dari unit pengering meningkat dari 6,8 % menjadi 15,5 %.
3. Penggunaan sumber panas dari minyak tanah lebih baik dibanding serbuk gergaji.
4. Berdasarkan analisis ekonomi, penggunaan alat untuk pengeringan cabe diperoleh keuntungan sebesar Rp 1.317.800,-/ bulan.
Kata kunci : modifikasi, penukar panas, aliran udara paksa
*) Dosen Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, UNSOED
ABSTRACT
Introducing of appropriate technology through developing of dryer expected can improving activity of industry especially on centrals production of agriculture. However, efficiency of dryer has been used usually too low. Based on this problem, it must be solved through developing of dryer by design and modification.
The objectives of the research consisted of two parts, firstly are general objective and secondly are specific objectives. The general objective was to increasing efficiency through developing of cabinet dryer by doing: design and modification heat exchanger and adding of blower as an unit of dry airflow. The specific objectives were (1) for performing analysis of the cabinet dryer, (2) for knowing the quality of agriculture product (chili and banana) being processed for drying, (3) for analyzing of development prospect for supporting agriculture industry. Research methodology used was laboratory experiment by doing : design and modification of dryer, demonstration drying process for agriculture product, and economic analysis using break event point method. Heat energy was used in this research is gasoline and biomass (saw dust).
The result of the experiment for modified dryer were:
1. Thermal efficiency of heat transfer to the dryer chamber increasing from 15,5 % to 55,8 %.
2. Thermal efficiency of the dryer unit increasing from 6,8 % to 15,5 %.
3. Using of gasoline is better than saw dust as an energy source for drying.
4. Based on the economic analysis, use of cabinet dryer for drying chili could get profit about Rp 1.317.800,-/month.
Key words : modification, heat exchanger, force airflow